Sekapur Sirih

Selamat Datang di blog Neraca Wilayah dan Analisis Statistik -BPS Provinsi Jambi: blog info makro Provinsi Jambi terkini.

18 May 2009

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TRIWULAN I TAHUN 2009

---------------------------------------------------------------

 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi pada triwulan I tahun 2009 dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2008 meningkat sebesar 0,8 persen. Peningkatan ini didukung oleh semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor bangunan sebesar 3,8 persen. Pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor pertanian sebesar 0,2 persen.
 Perekonomian Provinsi Jambi yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2009 mencapai Rp.9.755,57 milyar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 pada triwulan I tahun 2009 adalah Rp.3.977,71 milyar.
 Pada triwulan I tahun 2009 ini sumber pertumbuhan utama PDRB masih berada di sektor industri pengolahan dan sektor bangunan masing-masing sebesar 0,2 persen, sektor yang merupakan sumber pertumbuhan terendah adalah sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 0,01 persen
 Dilihat dari sisi penggunaan, PDRB Provinsi Jambi sebagian besar masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumahtangga yaitu sebesar 71,5 persen

 PDRB Provinsi Jambi triwulan I tahun 2009, bila dibandingkan dengan triwulan I tahun 2008 (y-on-y) tumbuh sebesar 8,4 persen.

---------------------------------------------------------------




1. PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TRIWULAN IV-2008 DAN TRIWULAN I -2009
Pada triwulan IV tahun 2008 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 9.577 milyar, kemudian pada triwulan I tahun 2009 naik hingga mencapai Rp. 9.756 milyar. PDRB triwulan IV tahun 2008 atas dasar harga konstan tahun 2000, mencapai Rp. 3.947 milyar dan triwulan I tahun 2009 menjadi Rp. 3.978 milyar.
Menurut PDRB atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto terbesar pada triwulan I tahun 2009 adalah sektor pertanian sebesar Rp. 2.566 milyar atau mempunyai andil sebesar (26,3%) persen terhadap total PDRB, diikuti sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp. 1.614 milyar (16,6%); perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 1.494 milyar (15,3%), kemudian disusul sektor industri pengolahan sebesar Rp. 1.260 milyar (12,9%); sektor jasa-jasa Rp. 1.046 milyar (10,7%); pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp.704 milyar (7,2 %). Sektor ekonomi lainnya masing-masing menghasilkan nilai tambah bruto di bawah Rp. 500 milyar. Sedangkan menurut PDRB atas dasar harga konstan 2000, sektor pertanian memberikan nilai tambah bruto sebesar Rp. 1.207 milyar atau 30,6 persen dari total PDRB. Kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp. 657 milyar atau 17,4 persen , diikuti dengan sektor industri pengolahan sebesar Rp. 528 milyar (13,9 %). Nilai tambah bruto sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp. 507 milyar (10,73%), sektor jasa-jasa Rp. 344 milyar (8,9 %) serta sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp. 312 milyar (8,1 %). Untuk sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor bangunan, serta sektor listrik, gas dan air bersih memberikan Nilai Tambah Bruto di bawah Rp. 200 milyar yaitu masing-masing sebesar Rp. 200 milyar; Rp. 192 milyar dan Rp. 31 milyar.

2. PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN I TAHUN 2009
Kinerja perekonomian Provinsi Jambi yang digambarkan oleh perkembangan PDRB atas dasar harga konstan 2000, pada triwulan I tahun 2009 meningkat sebesar 0,8 persen bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terjadi pada semua sektor perekonomian.
Sektor pertanian, peternakan, kehutanan & perikanan pada triwulan I tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen. Kenaikan ini relatif kecil bila dibandingkan dengan triwulan lalu yang tumbuh sebesar 2,1 persen. Berbeda dengan triwulan sebelumnya yang pertumbuhan sektor ini didukung oleh semua sub sektor, maka pada pertumbuhan pada triwulan I-2009 hanya didukung oleh 3 (tiga) sub sektor yaitu sub sektor tanaman bahan makanan, sub sektor peternakan dan sub sektor kehutanan. Sub sektor lain yaitu sub sektor perkebunan dan sub sektor perikanan masing-masing tumbuh minus 1,8 persen dan 1,4 persen.. Sub sektor yang tumbuh positif seperti tanaman bahan makanan, sub sektor peternakan dan sub sektor kehutanan tumbuh cukup besar yaitu masing – masing 2,5 persen, 1,8 persen dan 0,1 persen. Rendahnya sumbangan sub sektor perkebunan dan perikanan ini dikarenakan belum stabilnya kondisi keuangan dunia, dan faktor cuaca yang kurang mendukung.
Sektor pertambangan dan penggalian pada triwulan I ini mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,6 persen, jika dibandingkan dengan triwulan yang lalu. Laju pertumbuhan sub sektor minyak dan gas bumi mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari minus 5,1 persen menjadi positif 0,8 persen. Hal yang sama juga terjadi pada sub sektor penggalian yang naik dari 1,3 persen menjadi 4,0 persen. Sub sektor pertambangan tanpa migas mengalami pertumbuhan yang negatif yaitu dari 31,4 triwulan tahun 2008 menjadi minus 2,3 persen. Penurunan ini disebabkan masih lemahnya permintaan dunia dan masih banyaknya stok.
Pertumbuhan yang cukup signifikan terjadi pada sektor bangunan yaitu sebesar 3,9 dimana pertumbuhan ini dipicu banyaknya pembangunan rumah tinggal oleh para pengembang. Sektor yang mengalami pertumbuhan relatif besar selain sektor bangunan adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 1,5 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 1,2 persen. Tingginya laju pertumbuhan sektor ini di perkirakan berkaitan erat dengan adanya pesta demokrasi yang persiapannya dilakukan pada triwulan I. Sektor lainnya yang juga tumbuh diatas 1 persen yaitu sektor listrik,gas dan air bersih sebesar 1,0 persen.

3. STRUKTUR PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA TRIWULAN IV TAHUN 2008 DAN TRIWULAN I TAHUN 2009 Perbandingan peranan antar sektor ekonomi pada triwulan I tahun 2009 menunjukkan bahwa lebih dari tujuh puluh persen (71,1 %) dari PDRB atas dasar harga berlaku berasal dari sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Masing-masing sektor ini memberikan kontribusi 26,3 persen; 16,6 persen; 12,9 persen dan 15,3 persen terhadap PDRB. Jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2008 keempat sektor diatas sedikit mengalami penurunan yaitu dari 73,9 menjadi 71,1. Turunnya share keempat sektor utama ini pada dasarnya disebabkan turunnya sumbangan sektor pertambangan dan penggalian khususnya sub sektor minyak dan gas bumi (tabel 3).
Urutan peranan masing-masing sektor ekonomi (PDRB atas dasar harga konstan 2000) dari yang terbesar hingga yang terkecil pada triwulan I tahun 2009 yaitu; (1) Pertanian, (2) Pertambangan dan peggalian, (3) Perdagangan, hotel dan restoran, (4) Industri Pengolahan, (5) Jasa-jasa, (6) Pengangkutan dan komunikasi, (7) Bangunan, (8) Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan (9) Listrik, Gas dan Air bersih.

4. PDRB MENURUT PENGGUNAAN
Ditinjau dari sisi penggunaan atau permintaan, PDRB Provinsi Jambi triwulan I tahun 2009 digerakkan oleh beberapa komponen permintaan, khususnya komponen konsumsi rumahtangga dan komponen pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba. Seperti kita ketahui setelah peningkatan yang cukup tinggi pada konsumsi makanan pada triwulan III dan triwulan IV tahun 2008 yang disebabkan banyaknya hari besar keagamaan, maka pada triwulan I tahun 2009 ini konsumsi non makanan tumbuh negatif.
Dilihat dari pola distribusi PDRB penggunaan, tampak bahwa konsumsi rumahtangga masih merupakan penyumbang terbesar dalam penggunaan PDRB Provinsi Jambi. Triwulan I tahun 2009 share dari konsumsi rumahtangga ini mencapai 71,5 persen, angka ini sedikit lebih rendah dari triwulan IV 2008 yang mencapai 72,3 persen. Komponen konsumsi pemerintah pada triwulan I 2009 ini sebesar 16,5 persen, lebih rendah dibanding triwulan IV 2007 yang sebesar 17,4 persen. Peningkatan konsumsi pemeritah pada triwulan IV disebabkan karena biasanya terjadi penumpukan kegiatan di akhir tahun.. sedangkan pada triwulan I ini masih banyak anggaran yang belum mulai dilaksanakan. Share Pembentukan Modal Tetap Bruto juga sedikit berkurang dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu dari 17,4 persen menjadi 17,3 persen.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment